Pentingnya Menciptakan Brand yang Kuat di Suatu Destinasi Pariwisata

Pentingnya Menciptakan Brand yang Kuat di Suatu Destinasi Pariwisata

Brand Destinasi
Yesi Pandu adalah Alumni STP NHI Bandung yang memiliki moto “If you want something you never had, you have to do something you’ve never done“.

Ditulis Oleh: Yesi Pandu

Trend Brand Destinasi 

Pariwisata saat ini menjadi salah satu tren yang berkembang cukup pesat dan dianggap sebagai industri yang cukup menjanjikan, alasannya karena pariwisata memiliki banyak manfaat bagi masyarakat juga negara baik dari segi ekonomi, budaya, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan lainnya.

Dengan banyaknya manfaat yang dihasilkan oleh sektor pariwisata, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia telah memutuskan untuk menjadikan pariwisata sebagai lini sektor utama. Oleh sebab itu, diperlukan usaha-usaha untuk memasarkan suatu destinasi wisata agar lebih dikenal oleh wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Selain itu, usaha-usaha memasarkan destinasi juga berguna agar destinasi wisata tersebut memiliki masa hidup yang lebih panjang.

Terdapat beberapa aspek dan tahapan yang perlu dipertimbangkan untuk melakukan pemasaran. Bila pernah mendengar tentang Positioning-Differentiation-Branding menurut Hermawan Kartajaya, tiga dasar itulah yang digunakan dalam sebuah pemasaran, termasuk dalam pemasaran destinasi pariwisata. Setelah mengetahui Positioning suatu destinasi (bagaimana suatu destinasi ingin dikenal atau diingat oleh konsumen), kemudian mengetahui Differentiation (pembeda suatu destinasi dari destinasi pesaing lainnya), yang perlu dilakukan selanjutnya adalah Branding.

Branding

Apa itu Branding? Jika membicarakan branding secara lengkap, tentunya diperlukan satu buku tebal khusus untuk membahas topik tersebut. Secara garis besar, Brand merupakan sebuah janji perusahaan atau pengalaman konsumen yang terasosiasi dengan suatu produk. Membangun brand tidak bisa terjadi dalam satu malam, membangun brand adalah sebuah proses yang panjang dan cukup sulit untuk dilakukan. Tapi kesuksesan dalam membangun brand ini bisa menghasilkan hubungan jangka panjang.

Brand dalam suatu destinasi wisata sangat diperlukan untuk menghadapi persaingan. Salah satu persaingan yang terjadi antar destinasi adalah tidak dikenalnya suatu destinasi dibandingkan dengan destinasi lain, padahal kedua destinasi tersebut menawarkan produk yang serupa, atau berbeda namun dengan keunikan masing-masing. Brand Destinasi dapat mempermudah wisatawan untuk membedakan suatu destinasi dengan destinasi lainnya.

Brand Destinasi
Sumber: https://idealog.co.nz/design/2016/11/global-auckland-ateeds-rebranding-auckland

Untuk mem-branding suatu destinasi dapat digunakan nama, simbol, logo, desain, slogan, tagline, atau percampuran dari beberapa atau semua aspek tersebut agar semakin menarik wisatawan. Brand Destinasi digunakan untuk memperkenalkan produk suatu destinasi wisata serta mengkomunikasikan keunikan destinasi tersebut secara visual, sehingga memudahkan destinasi untuk menjual produknya ke pasar pariwisata.

Selain itu, Brand Destinasi memiliki arti yang tidak hanya sebatas slogan, tagline, logo destinasi, dan lainnya saja. Menurut Bungin (2015), Brand suatu destinasi haruslah mencakup keseluruhan destinasi yang didalamnya terdapat nilai, filosofi, budaya, serta harapan masyarakat atau stakeholder di dalam destinasi tersebut.

Seberapa pentingnya Brand bagi sebuah destinasi?

Menurut Prof. Dr. I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Indonesia, kelemahan dalam pariwisata Indonesia saat ini adalah belum adanya brand yang cukup kuat, kecuali Bali. Bahkan, Master-Brand “Wonderful Indonesia” dianggap belum sekuat brand destinasi pariwisata Bali.

Untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 20 juta wisatawan pada tahun 2020, Kementerian Pariwisata meluncurkan 10 Brand Destinasi baru, di antaranya adalah Colorful Medan, Wonderful Riau Island, Enjoy Jakarta, Stunning Bandung, Java Cultural Wonders, Majestic Banyuwangi, Bali the Island of Gods, Friendly Lombok, Explore Makassar, dan Coral Wonders (Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat). Seluruh Brand Destinasi tersebut diselaraskan dengan Master-Brand “Wonderful Indonesia” sehingga dapat memperkuat positioning Master-Brand Indonesia tersebut.

Menteri Pariwisata Indonesia, Bapak Arief Yahya menyadari bahwa Brand Destinasi dapat membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. Brand yang dilihat oleh wisatawan (audiensi) akan merangsang keputusan membeli (Adiwijaya dalam Bungin, 2015:5). Selain itu Ariando (2015) menyatakan bahwa brand dari destinasi akan membangun kedekatan antara wisatawan dan destinasi, sehingga dapat meningkatkan loyalitas wisatawan terhadap destinasi.

Brand Destinasi yang diciptakan perlu melewati tahap yang sulit dan panjang. Brand yang sudah melewati tahap tersebut haruslah memiliki kekuatan. Kekuatan suatu Brand Destinasi salah satunya berasal dari identitas destinasi itu sendiri. Untuk menciptakan Brand Destinasi yang kuat, dapat mengacu pada aspek-aspek kekuatan Brand Destinasi menurut Risitano (2005:7) berikut ini:

Identitas Brand
Sumber: Risitano (2005)
  • Brand Culture

Yang dimaksud dengan Brand Culture adalah bagaimana suatu Brand Destinasi dapat mencerminkan karakteristik destinasi berdasarkan aspek budaya masyarakat (kepercayaan, tradisi, ritual, dll) dan aspek destinasi itu sendiri (situs bersejarah, monumen, situs arkeologi, bangunan tua, dll). Hal tersebut merupakan esensi yang sesungguhnya dari suatu destinasi dan hal tersebut menunjukkan nilai inti dari apa yang ada di destinasi tersebut.

  • Brand Character

Brand Character terkait dengan janji sebuah destinasi dalam memberikan pengalamannya, seperti integritas, kepercayaan, kejujuran.

  • Brand Personality

Brand Personality adalah bagaimana suatu destinasi diibaratkan seperti kepribadian manusia dalam kehidupan sehari-hari; down-to-earth, ceria, senang berimajinasi, berkelas tinggi, suka berpetualang, dan lain sebagainya.

  • Brand Name

Kebanyakan destinasi hanya menggunakan nama asli daerahnya, bahkan untuk memasarkan produk wisatanya sekalipun. Brand Name, baik menggunakan bahasa lokal ataupun bahasa inggris, merupakan sesuatu yang sangat penting dan sangat berguna dalam strategi komunikasi kepada target wisatawan. Brand Name haruslah memiliki keunikan serta mudah diucapkan dan mudah diingat. Biasanya destinasi yang sudah siap untuk memasarkan produknya menggunakan kata tambahan dalam brand-nya seperti Wonderful Indonesia, Incredible India, Imagine Your Korea, Malaysia Truly Asia, 100% Pure New Zealand, dll.

  • Brand Logos (and Symbols)

Logo atau simbol dalam sebuah Brand Destinasi menjadi bagian yang cukup krusial. Logo atau simbol tersebut haruslah mendefinisikan kekuatan dari sebuah destinasi melalui sebuah tampilan visual, seperti keindahan alam destinasi tersebut, monumen terkenal, keunikan tradisi, dan lain-lain. Tidak hanya berupa gambar, namun jenis tulisan dan warna tulisan juga termasuk ke dalam Brand Logos (and symbols).

  • Brand Slogan

Meskpin tidak selalu ada slogan dalam Brand Destinasi, nyatanya Brand Slogan dibutuhkan untuk mengkomunikasikan brand secara lebih persuasif sehingga wisatawan yang asalnya tidak tertarik menjadi tertarik untuk berkunjung.

Brand memegang peranan penting dalam pemasaran destinasi pariwisata. Memiliki sebuah brand yang mampu merepresentasikan nilai, budaya, filosofi, harapan masyarakat atau stakeholder di dalam suatu destinasi tentunya akan sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan pariwisata di destinasi tersebut.

Tulisan lainnya mengenai destination branding dapat dilihat disini ya.

Referensi:

Ariando, Valdo. (2015). Destination Branding Kepulauan Seribu: Studi Kasus Destination Branding Kepulauan Seribu Dalam Upaya Mengembangkan Destinasi Wisata Bahari Internasional. Yogyakarta:UGM-Ilmu Komunikasi (S1)

Bungin, Burhan. (2015). Komunikasi Pariwisata (Pemasaran Dan Brand Destinasi).  Cetakan ke-1. Jakarta: Prenadamedia Group.

Hasan, Ali. (2015). Tourism Marketing. Yogyakarta: Penerbit CAPS.

Risitano, Marcello. (2005). The Role Of  Destination In The Tourism Stakeholders System (The Campi Flegrei Case). University of Naples Federico II, Italy: Department of Business Management, Faculty of Economics.

Ritchie, J. R. B., & Crouch, G. I. (2003). The Competitive Destination (A Sustainable Tourism Perspective). UK: Cromwell Press.

https://ikhwanalim.wordpress.com/2012/04/26/positioning-differentiation-branding/

https://m.bisnis.com/amp/read/20151002/224/478372/pentingnya-branding-untuk-majukan-pariwisata-indonesia

https://pesona.indonesia.travel/berita/10-destinasi-branding-resmi-diluncurkan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: