Model Pemasaran Destinasi Wisata

Model Pemasaran Destinasi Wisata

Pemasaran Destinasi Wisata – Sebelum saya bahas mengenai model pemasaran destinasi wisata, saya akan uraikan mengenai posisi dan ruang lingkup strategi pemasaran destinasi wisata. Posisi strategi pemasaran destinasi wisata menurut saya dari sisi tingkatan pengambilan keputusan (level of desicion making) terdiri dari aktivitas-aktivitas yang bersifat strategis, taktis, dan teknis-operasional. Aktivitas-aktivitas tersebut bersifat fungsional dalam aktivitas destinasi secara keseluruhan. Namun dikarenakan sifat dari strategi pemasaran itu bersinggungan dengan strategi destinasi secara keseluruhan, fungsi pemasaran dalam destinasi menjadi sangat penting dan strategis.

Posisi Strategi Pemasaran Destinasi Wisata

Posisi Pemasaran Strategis
Sumber: Modifikasi dari Sucherly (2010)

Strategi pemasaran destinasi wisata bersinggungan dengan strategi destinasi wisata dikarenakan sifat dari keluaran (output) dari masing-masing strategi tersebut keduanya beririsan. Keluaran dari strategi pemasaran adalah menjadi superior di market place, sedangkan keluaran dari strategi destinasi diantaranya adalah menjadi unggul dalam persaingan (competitive advantage). Superior dan Competitive Advantage adalah dua kata yang beririsan, karena keduanya arahnya ialah menjadi pemenang dalam persaingan.

Cara-cara yang tepat dari destinasi untuk menjadi superior di market place disebut strategic destination marketing atau pemasaran destinasi yang strategis. strategic destination marketing merupakan proses manajemen strategis yang menggunakan pendekatan integrated driven atau pendekatan yang mempertimbangkan sisi pasar dan sumberdaya secara seimbang (balance), karena pada dasarnya strategi pemasaran destinasi harus mengacu pada bottom lines pembangunan destinasi yaitu sustainable tourism development.  Pendekatan tersebut adalah pendekatan yang menekankan terhadap penyelarasan antara peluang pasar yang memiliki daya tarik (market attractiveness) dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki (resource capabilities), dengan mempertimbangkan kelayakan ekonomi, sosial, serta kelestarian lingkungan alam. Pendekatan tersebut menekankan pada proses adaptasi terhadap perilaku pasar sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki destinasi.

Menurut saya, pemasaran destinasi wisata pada dasarnya adalah aktivitas mem-branding-kan destinasi wisata itu sendiri. Karena branding menurut saya bukan hanya sekedar aktivitas yang berkaitan dengan penamaan, logo, atau selogan-slogan saja, tetapi branding merupakan indikator keberhasilan dari persaingan. Jadi jika destinasi superior di market place, maka dapat dipastikan brand-nya akan kuat di market place tersebut.

Aktivitas pemasaran destinasi wisata diawali dengan memilih target pasar, dan aktivitas tersebut disebut sebagai proses segmenting & targeting. Sedangkan aktivitas mendapatkan, menjaga, dan menumbuh-kembangkan target pelanggan disebut sebagai proses selling. Dan yang terakhir, menciptakan, menyampaikan dan mengkomunikasikan penawaran destinasi disebut sebagai proses positioning. Jadi dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pemasaran destinasi wisata yaitu terdiri dari proses-proses yang disebut dengan branding, segmenting & targeting, selling dan positioning.

Model Pemasaran Destinasi Wisata

Pemasaran Destinasi Wisata

Proses branding, segmenting & targeting, selling, serta positioning berada pada tingkatan strategis yang artinya bahwa proses tersebut merupakan keputusan secara jangka panjang. Sedangkan aktivitas taktis yang biasanya disebut sebagai program pemasaran merupakan proses jangka pendek atau menengah yang berupa manuver-manuver agar stratagi yang telah ditetapkan berjalan dengan baik. Keputusan taktis merupakan keputusan mengenai bauran pemasaran (marketing mix).

Strategi dan Taktik Pemasaran Destinasi Wisata

Pemasaran Destinasi Wisata

Proses-proses strategis dan taktis tersebut, harus dikelola dengan baik agar sesuai dengan  tujuan yang diinginkan. Aktivitas pengelolaan biasanya disebut dengan manajemen, sementara pengelolaan dengan menggunakan prinsip manajemen intinya adalah untuk mengoptimalkan sumberdaya yang terbatas agar dapat meraih tujuan secara efektif, atau dengan kata lain inti dari manajemen adalah untuk mencapai tingkat efisiensi dan efektifitas yang optimal. Fungsi dari manajemen yang menurut saya paling tepat adalah yang dipopulerkan oleh Edward Deming (1900), yang terkenal dengan Siklus Deming yaitu Plan-Do-Check-Act (P-D-C-A). Siklus tersebut memberikan pengertian bahwa keberhasilan dalam mengelola sesuatu itu harus direncanakan, diimplementasikan, dikontrol dan dievaluasi, tak terkecuali dalam mengelola pemasaran destinasi wisata.

Model Manajemen Pemasaran Destinasi Wisata

Pemasaran Destinasi Wisata

Proses pengelolaan terhadap strategi segmenting, targeting dan positioning saya sebut sebagai market management, proses pengelolaan terhadap strategi branding saya sebut brand management, dan proses pengelolaan terhadap strategi selling saya sebut sales management. Untuk pengelolaan terhadap taktik, atau bauran pemasaran saya sebut value management. Ke-empat sisi pengelolaan pemasaran tersebut Insyaallah akan saya bahas satu persatu pada kesempatan yang lain. 

One Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: